Articles
__________________________________________________________________________
Harapan dan Impian
oleh : Ellies Sutrisna
Sore itu, terdengar bunyi pesan singkat (SMS) masuk ke handphone, kuambil handphone mungilku dan kubaca pesan yang tertera dilayar : "I"ve never seen such a perfect woman b4. Rich, young, energetic, happy. What come from u is your strong inner beauty, beside your physical perfection. That"s why u"re very successful. Now pliz tell me bu, I"m not beautiful, I"m not tall, I"m not rich, I have nothing but hope and dreams. Can I be as successful as u ?"Aku sempat tertegun sejenak dengan pesan singkat tersebut. Kalimat2 itu disampaikan oleh seseorang yang hanya pernah bertemu denganku 3 kali. Satu kali dalam seminar setengah hari yang aku bawakan, satu kali dalam diskusi sehari dan satu kali dalam kesempatan ngobrol sambil makan siang kira-kira 1 jam.Kujawab singkat : "The secret to be successful are grateful 4 what we have, have big dreams, have faith 2 achieve them. So I believe you can and will be successful. Trust me".Menurutku, apa yang dimiliki oleh penulis pesan singkat tadi sudah sangat luar biasa, yaitu Harapan dan Impian. Banyak orang di Indonesia sudah berhenti berharap dan sudah berhenti bermimpi, karena kesulitan ekonomi ataupun karena seringnya mengalami kekecewaan dan kegagalan dalam hidup. Dengan masih memiliki harapan dan impian, maka seseorang masih ada usaha untuk mencapainya, dan kemungkinan untuk mencapai kesuksesanpun akan terbuka lebar. Sewaktu aku masih kelas 6 SD, ayahku meninggal, ibuku harus membesarkan 7 orang anak sendirian, kakak-kakakku yang besar sering membantu untuk bekerja dipabrik, ada juga yang membuat penganan untuk dijual ditoko2. Kami semua terbiasa bekerja dirumah, karena kami hanya memiliki 1 orang pembantu rumah tangga. Kalau ditanya oleh guru atau orang tua : apa cita-citamu ? maka kujawab : jadi guru, tapi kalau yang bertanya adalah teman sekolah, maka aku selalu menjawab : jadi orang kaya. Teman2ku semasa SMA dulu sering bercanda dengan mengatakan : "Kalau mau cepet kaya, kawin aja sama kakek2 kaya, terus kalo dia mati, kan elu jadi orang kaya". Aku hanya tertawa saja mendengarnya. Untungnya aku tidak mengikuti anjuran teman2 dulu.Selepas SMA, aku sangat beruntung, karena keluargaku sangat mendukung pendidikanku, sehingga dengan susah payah mereka mengumpulkan uang agar aku bisa berangkat ke australia untuk kuliah. Selama di australia, aku bekerja "long hours" direstoran, di"fish market", di supermarket, di toko roti, mengantar susu dan menjual kosmetik kerumah-rumah untuk membayar biaya kuliah. Untunglah aku masih bisa lulus tepat waktu dengan nilai yang lumayan dan karena aku hidup hemat dan bersahaja, maka masih ada sisa uang tabungan dari hasil bekerja "long hours" di australia. Setelah lulus aku kembali ke indonesia dan bekerja disebuah perusahaan publik. Selama bekerja di Indonesia, kebiasaanku untuk hidup hemat dan bersahaja terus berlanjut, dan aku dapat terus menabung dan terus menginvestasikan uang gajianku dalam bentuk property dan bisnis. Sesuai dengan rencana diawal karir, aku juga bisa pensiun diusia 40 tahun setelah bekerja selama 16 tahun dan mencapai posisi tinggi diperusahaan. Aku dapat menikmati kehidupan bebasku tanpa perlu bekerja lagi, karena bisnisku sudah dapat memberikan passive income yang cukup untuk membiayai gaya hidup seperti yang aku inginkan.Apa yang kumiliki dan kupelihara sejak aku masih kecil dulu ? Hanya harapan dan Impian bukan ? Kedua hal tersebut merupakan bekal awal untuk membuatku menjadi seperti sekarang ini. Sehingga setiap orang yang bertemu denganku saat ini, dapat memberikan komentar seperti sipengirim pesan singkat tadi. Apakah aku sudah berhenti berharap dan bermimpi sekarang ini ? Tentu tidak, karena orang yang berhenti berharap dan bermimpi adalah orang2 yang menginap di"hotel ukuran 2mx1m". Jadi walaupun cita2 masa kecilku sudah tercapai, yaitu menjadi orang kaya dan menjadi "guru" (saat ini aku melakukan "sharing knowledge and experience" melalui buku2 dan seminar2), aku juga masih terus memiliki harapan dan impian baru yaitu memiliki panti asuhan dan sekolah. Karena itu marilah kita pelihara terus Harapan dan Impian kita.
Recent Articles
by, Brian Tracy
by, Ellies Sutrisna
by, Ellies Sutrisna
by, Ellies Sutrisna
by, Ellies Sutrisna
by, Ellies Sutrisna
by, Ellies Sutrisna
by, Ellies Sutrisna
by, Brian Tracy
by, Brian Tracy
by, Ellies Sutrisna
by, Ellies Sutrisna.
by, Ellies Sutrisna
by, Ellies Sutrisna
by, Ellies Sutrisna
by, Ellies Sutrisna
by, Ellies Sutrisna
by, Ellies Sutrisna
by, Ellies Sutrisna
by, Ellies Sutrisna
by, Ellies Sutrisna
by, Ellies Sutrisna
by, Ellies Sutrisna
by, Ellies Sutrisna
by, Ellies Sutrisna
by, Ellies Sutrisna
by Ellies Sutrisna
Welcome to Ellies Sutrisna"s Website
bar searchbar member Login
Fri Dec 09 2016 01:31 AM
bar newsletter
Welcome Guest Home | My Account | My Cart
bar list 1
Visitors 432646
bar total checkout
~cart_total_amount~
~cart_total_price~
footer
Copyrigth @ 2012 Ellies Sutrisna. All Rights Reserved
Jasa Pembuatan Website By IKT