Fokus Kepada Apa yang Kita Inginkanby, Ellies SutrisnaKita harus memfokuskan bahwa bos kita adalah seorang manusia biasa dan kita pasti bisa bekerjasama. Kita adalah orang yang berbahagia dan ingin bekerja dengan sebaik-baiknya dan meniti karier dengan baik, dan dikelilingi oleh rekan kerja yang menyenangkan dan bos yang menyenangkan pula.Ada sebuah kisah dari Bill Harris, guru dan pendiri Centrepoint Research Institute yang saya ambil dari buku The Secret karangan Rhonda Byrne.Saya memiliki seorang murid bernama Robert, yang mengikuti kursus online yang saya selenggarakan, dan melalui kursus ini ia dapat menghubungi saya melalui e-mail.Robert seorang gay. Dalam ia menceritakan realitas kelabu hidupnya. Di pekerjaan, rekan-rekan kerjanya berkomplot melawannya. Situasi kerjanya sungguh menekan karena sikap jahat rekan-rekannya. Ketika berjalan di jalanan, ia dilecehkan orang-orang homophobia. Ia ingin menjadi pelawak, dan ketika ia melawak, semua orang mencemoohkannya. Seluruh hidupnya adalah ketidakbahagiaan dan penderitaan, dan semuanya terpusat ada serangan yang ia terima karena ia seorang gay.Saya mulai mengajakrkan bahwa ia berfokus pada apa yang tidak ia inginkan. Saya menunjukkan email yang telah ia kirimkan dan berkata: "Coba baca lagi. Lihatlah semua hal yang tidak anda inginkan, yang Anda ceritakan pada saya. Saya dapat melihat bahwa Anda sangat bersemangat tentang hal ini. Dan, ketika Anda memusatkan pikiran pada sesuatu dengan penuh semangat, hal itu akan terjadi dengan lebih cepat lagi.Kemudian ia mulai merenungkan, serta menerapkan pemusatan pikiran pada apa yang sungguh-sungguh ia inginkan. Apa yang terjadi enam minggu berikutnya sungguh-sungguh ajaib. Semua orang di kantornya yang selama ini melecehkannya dipindah ke bagian lain, berhenti bekerja atau mulai membiarkan dirinya apa adanya. Ia mulai menyukai pekerjaannya. Ketika ia berjalan di jalan, tidak ada lagi orang yang melecehkannya. Ketika ia melawak, ia mulai mendapat tepukan pujian dan tidak ada lagi orang yang mencemoohkannya.Seluruh hidupnya berubah karena ia berubah dari berfokus pada apa yang tidak ia inginkan, apa yang ia takutkan dan apa yang ingin ia hindari menjadi berfokus kepada apa yang ia inginkan.Mulai sekarang fokuskan kepada apa yang ingin anda capai dalam pekerjaan dan karir Anda, fokuskan kepada suasana kerja seperti apa yang Anda inginkan, fokuskan kepada tujuan hidup Anda.(Di sadur dari buku "Tetap Nyaman Bekerja dengan BOS Temperamental" karya Ellies Sutrisna)
Welcome to Ellies Sutrisna"s Website
bar searchbar member Login
Fri Dec 09 2016 01:35 AM
bar newsletter
Welcome Guest Home | My Account | My Cart
bar list 1
Visitors 432705
bar total checkout
~cart_total_amount~
~cart_total_price~
footer
Copyrigth @ 2012 Ellies Sutrisna. All Rights Reserved
Jasa Pembuatan Website By IKT