Asalah Gergajiby, Ellies SutrisnaSimak cerita berikut. Misalkan suatu hari Anda sedang berjalan-jalan di hutan dan bertemu dengan seorang tukang kayu yang sedang bersusah-payah menggergaji pohon dengan gergaji yang tumpul. Anda bertanya, "Pak, kenapa gergajinya tidak diasah dulu?" Sang penebang pohon menjawab, "Wah adik ini bagaimana, sih? Saya ini sedang terburu-buru menebang pohob, kok disuruh mengasah gergaji. Nanti kerjaan saya ini makin lama selesainya".Apakah cerita ini mirip dengan orang yang dengan susah payah ingin menaiki jenjang karir, tetapi tidak pernah mau melakukan kebiasaan-kebiasaan baru agar menjadi lebih efekyif? Mereka beralasan, kalau harus mengubah kebiasaan-kebiasaan dulu, bagaimana bisa mencapai karir yang diinginkan?Kebiasaan ketujuh ini melingkupi kebiasaan-kebiasaan sebelumnya, karena mengasah gergaji adalah yang membuat semua kebiasaan yang lain menjadi terasa mudah untuk dijalankan.Empat dimensi yang harus diperbaharui melalui kebiasaan ini adalah sebagai berikut.Untuk melakukan perubahan pada keempat dimensi tersebut, Anda harus proaktif (atas kesadaran sendiri) secara teratur dan konsisten dengan cara-cara yang bijaksana dan seimbang.Meluangkan waktu untuk mengasah gergaji adalah aktivitas kuadran 2, yakni kegiatan yang penting, tetapi tidak mendesak. Mengasah gergaji harus dilakukan oleh diri sendiri dengan kesadaran penuh dan merupakan investasi bagi diri pribadi dalam menghadapi hidup. Hal ini akan memberikan kontribusi yang baik bagi kehidupan kita. Berikut penjelasan keempat dimensi tersebut. a. Dimensi FisikDimensi fisik meliputi pemiliharaan fisik secara efektif, mengonsumsi jenis makanan yang tepat, mendapatkan istirahat yang cukup, melakukan olahraga teratur, dan relaksasi memadai. Apabila kita tidak pernah melakukan kelimanya maka jika sakit, kemungkinan kelima aktivitas tersebut akan menjadi kuadran 1 (penting dan mendesak).Program olahraga yang teratur adalah 30 menit setiap hari. Prpgram yang dimaksud adalah program yang dapat dilakukan sendiri untuk membangun 3 bidang bagian tubuh, yaitu daya tahan, kelenturan, dan kekuatan.1. Daya tahan bisa diperoleh dari aerobik, yaitu latihan untuk meningkatkan kemampuan jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh. Kita bisa berjalan, berlari, bersepeda, dan berenang, lompat-lompat di trampolin, atau mendengarkan musik sambil menari.2. Kelenturan dapat dilakukan melalui peregangan atau stretching. Kegiatan ini dapat Anda lakukan setiap hari begitu bangun pagi atau sebelum dan sesudah melakukan kegiatan aerobik.3. Kekuatan diperoleh melalui latihan daya tahan otot, seperti push up, sit-up, atau latihan beban.b. Dimensi spiritualDimensi spiritual dapat ditingkatkan dengan berbagai cara. Ada orang yang akan melakukan meditasi atau sembahyang pada malam hari, saat semua orang terlelap tidur. Melalui meditasi, orang tersebut merasa diperbarui, diperkuat, dan memiliki komitmen kembali untuk bekerja. Ada juga orang yang melakukan komunikasi dengan alam. Pembaruan spiritual membutuhkan investasi waktu. Penting sekali untuk menyatakan kembali misi pribadi, meninjau ulang komitmen untuk jangka panjang, serta memvisualisasikan dan menghidupkan kembali ciptaan pertama.c. Dimensi mentalSebagian besar perkembangan mental berasal dari pendidikan formal di sekolah. Setelah pendidikan formal selesai, seringkali kita membiarkan otak terhenti pertumbuhannya. Sebagian besar tidak lagi membaca serius, tidak menjajaki hal-hal baru, tidak berpikir secara analitis, dan tidak lagi menguji kemampuan untuk mengekspresikan diri.Proses oembelajaran yang terus-menerus, pengasahan dan perluasan pikiran adalah proses pembaruan mental yang vital. Orang -orang yang proaktif, dapat memikirkan banyak sekali cara untuk mendidik diri mereka sendiri, karena mereka melakukannya dengan kesadaran tanpa mempedulikan pengaruh luar.d. Dimensi sosial (emosional)Anda dapat memperbarui dimensi sosial (emosional) dengan interaksi yang normal dengan orang lain. Jangan mengurung diri di dalam rumah, libatkan diri dalam kegiatan-kegiatan di lingkungan tempat tinggal. Misalnya dalam karang taruna, arisan lingkungan, pengajian, persekutuan doa, menjadi pengajar di panti asuhan, atau mengikuti kegiatan-kegiatan sosial lainnya.Ada perasaan aman yang muncul sebagai hasil dari kehidupan saling tergantung yang efektif. Ada rasa aman dalam mengetahui bahwa solusi menang-menang benar-benar ada. Kehidupan tidak selalu harus memilih diantara dua pilihan, selalu ada alternatif ketiga yang memberikan keuntungan bersama. Rasa aman juga timbul saat mengetahui bahwa kita dapat mengerti orang lain dengan lebih dalam dan benar-benar merasakan kebiasaan saling ketergantungan ini. Ada rasa aman yang berasal dari pelayanan serta membantu orang lain dengan cara yang berarti. Apabila Anda merasa berarti bagi orang lain maka Anda akan merasa bangga dengan diri. Hal ini akan menimbulkan rasa percaya diri yang kuat, menimbulkan pikiran yang positif, perasaan bangga kepada diri sendiri, dan memberikan hasil yang positif pada saat Anda melakukan pekerjaan.Cobalah Anda latih kebiasaan-kebiasaan di atas. Ketujuh kebiasaan tersebut apabila dilatih terus menerus akan membuat seseorang menjadi semakin efektif dan akan bersinar seperti layaknya "anak emas.(Disadur dari Buku "5 Jurus Jitu Melejitkan KARIR" karya Ellies Sutrisna)
Welcome to Ellies Sutrisna"s Website
bar searchbar member Login
Sun Dec 04 2016 07:40 PM
bar newsletter
Welcome Guest Home | My Account | My Cart
bar list 1
Visitors 431512
bar total checkout
~cart_total_amount~
~cart_total_price~
footer
Copyrigth @ 2012 Ellies Sutrisna. All Rights Reserved
Jasa Pembuatan Website By IKT