by, Brian Tracyby, Brian Tracyby, Brian Tracyby, Ellies Sutrisnaby, Ellies Sutrisnaby, Ellies Sutrisnaby, Ellies Sutrisnaby, Ellies Sutrisnaby, Ellies Sutrisnaby, Ellies Sutrisna
Recent Articles
__________________________________________________________________________
Articles
oleh : Ellies Sutrisna
Pola Pikir Pemenang
Pernahkah anda melihat seseorang yang tampil begitu percaya diri setiap saat, seolah-olah tidak pernah mengalami kesulitan apapun dalam hidupnya. Dia bisa tersenyum setiap saat dan kepada siapapun yang ditermui, semua persoalan dihadapinya dengan ringan dan tenang, semua kejadian ditanggapinya dengan positif, dia memancarkan energi yang begitu positif sehingga kitapun merasa nyaman berada didekatnya.Anda katakan : "Tentu saja dia bisa tampil seperti itu, dia kan orang kaya, orang sukses, gak pernah susah, gak pernah punya masalah dengan bos atau rekan kerja karena dia kan bosnya, gak pernah punya masalah keuangan, duitnya aja gak ada "nomor seri"nya"Benarkah ada manusia yang "hidup" didunia ini dan tidak pernah punya masalah ? jawabannya : Tidak ada, semua orang pasti pernah mengalami masalah sekecil apapun (katanya : hanya orang yang sudah beristirahat di"hotel ukuran 1mx2m" saja yang bebas dari masalah). Yang membedakan antara "Winner"dan "Loser" adalah bagaimana cara dia memandang kehidupan dan cara dia menghadapi setiap masalah dalam kehidupan. Ada perbedaan besar antara Pola Pikir seorang "Winner" dan seorang "Loser". Pola pikir akan membentuk keyakinan seseorang. Keyakinan akan membentuk tingkah laku, Berpikir Positif Belasan tahun yang lalu, ketika saya masih menjadi seorang manager disebuah perusahaan publik, beberapa anak buah saya mewakili teman2nya meminta saya untuk mengajukan permintaan kepada perusahaan untuk menyediakan ruang makan, karena selama ini, apabila mereka makan dimeja kerja, kadang2 ada cipratan kuah atau saos yang menodai dokumen ataupun meja kerja mereka. Setelah melalui pengajuan proposal, presentasi dan dengar pendapat, akhirnya permohonan saya disetujui dan jadilah kami memiliki sebuah ruang makan (ruang rapat yang disulap menjadi ruang makan, dengan sebuah microwave untuk memanaskan makanan yang dibawa karyawan dari rumah). Anak2 buah saya senang sekali, karena mereka dapat menghemat uang yang biasanya mereka gunakan untuk membeli makanan dari luar (bisa ditabung kan ?), karena setiap hari mereka bisa membawa makanan dari rumah (karena tetap dapat menikmati makan siang yang hangat dengan adanya microwave). Mereka bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada perusahaan karena mau mendengarkan aspirasi mereka dan perusahaan memberikan perhatian kepada hal-hal kecil yang diminta oleh karyawannya.Sayapun melakukan hal yang sama dengan membawa makanan dari rumah (karena biar bagaimanapun makanan rumah memang lebih higienis dan lebih cocok dengan selera lidah kita bukan ?). Padahal dengan demikian saya juga bisa berhemat dan uang makan bisa ditabung he he he�. Tetapi betapa terkejutnya saya ketika sekretaris saya memperlihatkan hasil print-out dari obrolan email beberapa rekannya yang mencerca keputusan perusahaan tersebut dengan mengatakan : "perusahaan ingin agar karyawan tidak makan keluar, sehingga waktu kerja kita lebih lama. Perusahaan ingin mengetahui apa yang digosipkan karyawan selama jam makan dengan memasang alat perekam di ruang makan (padahal saya tahu persis hal tersebut tidak ada, pasti mereka terlalu banyak menonton film spionase)." Dan segala macam cercaan yang tidak masuk akal dan seperti dibuat-buat bahkan sangat memprovokasi. Panjang print-outnya email tersebut adalah 5 halaman folio.Saya sempat heran juga, dan dalam hati saya berkata :"Lho perusahaan kan hanya menyediakan fasilitas untuk karyawan yang membutuhkan dan tidak pernah memaksa semua karyawan harus bawa makanan dan harus makan di ruang makan. Karena ruang makan yang disediakan juga kecil, tidak mungkin cukup untuk semua karyawan". Saat itu saya sempat sedih juga, kok ada yah orang yang bisa berpikiran seperti itu.Nah dari kisah diatas, anda dapat melihat bagaimana orang yang memang punya pikiran negatif selalu memandang setiap kebaikan orang lain menjadi kejahatan, mereka selalu dipenuhi pikiran curiga dan akhirnya akan merugikan dirinya sendiri (karena mereka akan pergi keluar makan setiap hari sebagai bentuk pemberontakan).Mereka yang positif, pandai memanfaatkan momentum tersebut dan mereka dapat menabung uang makannya setiap hari (sedikit-sedikit yang lama-lama bisa menjadi "bukit" bukan ?) Coba kita hitung : Kalau uang makan siang adalah Rp. 10 ribu, setiap bulan bisa menabung Rp. 250 ribu, setahun Rp. 3 juta rupiah, sepuluh tahun dengan bunga berbunga bisa menjadi ????? Ubahlah pikiran anda menjadi positif, pandanglah segala sesuatu dari sisi baiknya, karena dengan demikian, hidup anda akan jauh lebih indah dan kita akan selalu mensyukuri apapun yang kita miliki dan berterima kasih untuk setiap apapun yang kita terima (baik besar maupun kecil). Kita akan melihat bahwa dunia dan segala isinya memang benar2 ramah dan baik kepada kita.Berpikir Proaktif Mereka yang memiliki pola pikir Proaktif, selalu membuat sesuatu terjadi seperti apa yang diinginkannya (make things happen). Apabila ada hambatan, mereka akan berusaha untuk mencari alternatif lain selama tujuan mereka tercapai.Mereka fokus kepada tujuan mereka, dan mereka percaya bahwa apapun bisa terjadi selama masih dapat dikendalikan oleh usaha sendiri. Seorang yang Reaktif, menunggu sesuatu terjadi, hasil kerjanya sering terpengaruh oleh kejadian diluar dirinya, dan dia tidak mau mengambil alih tanggung jawab. Mereka mudah mengeluh dan menyalahkan kejadian, orang lain atau situasi.Saya ambil contoh : seorang salesman disebuah perusahaan penjualan berjanji untuk mengirim penawaran harga via email kepada pelanggannya siang hari. Ketika dia tiba dikantor pagi itu, ternyata listrik mati, dia kesal setengah mati dan menyalahkan PLN dan bercerita dengan teman2nya bahwa dia harus mengirim penawaran kepada pelanggan, teman2nya lalu bercerita bahwa dulu dia juga pernah mengalami hal yang sama, dan jadilah mereka bergunjing mengenai hal itu sampai siang. Ketika siang harinya pelanggan menelpon ke HP salesman tersebut, diapun beralasan :" Pak, saya belum bisa kirim penawaran karena listrik mati dari pagi, dan sampe siang ini belum hidup juga pak, nanti begitu listrik nyala, saya langsung buat penawaran dan akan saya kirim ke bapak". Sipelanggan marah dan menjawab :"Wah tidak usah deh, saya sudah katakan bahwa penawaran harga saya butuhkan siang ini karena akan saya bawa kedalam rapat direksi siang ini, kalau anda belum memasukkan penawaran harga, maka saya langsung putuskan saja perusahaan A yang menang"Seorang yang Proaktif akan melakukan upaya apapun agar penawaran harga dapat tetap diterima oleh pelanggan tepat pada waktunya. Dia tidak tahu kapan listrik akan menyala, maka dia langsung membawa data2 yang dibutuhkan untuk membuat penawaran, lalu pergi ke warnet terdekat. Disana dia membuat penawaran harga dan langsung dikirimkan kepada pelanggan via email. Setelah selesai, dia menelpon pelanggan dari HPnya dan menanyakan apakah penawaran sudah diterima dan mengatakan apabila ada hal lain yang dibutuhkan bisa menelpon ke HPnya, karena dikantor sedang padam listrik.Seorang Proaktif, tidak pernah hitung2an (misalnya : apakah nanti perusahaan akan mengganti biaya warnet, atau biaya HPnya), yang dia pikirkan adalah pekerjaannya selesai dan janji kepada pelanggan dipenuhi. Orang-orang sukses adalah orang2 proaktif. Mereka tidak menyalahkan orang lain atau situasi buruk apabila pekerjaan tidak dapat diselesaikan, dia akan mencari cara lain agar tujuannya tercapai. Itulah yang membedakannya dengan orang lain, itulah yang membuatnya menjadi "Winner". Coba anda perhatikan semua atlit olahraga yang sukses pasti memiliki pola pikir seorang pemenang, contoh : Tiger Woods dapat melakukan pukulan yang luarbiasa dibidang olah raga Golf sementara usianya masih sangat muda karena dia sudah tekun berlatih sejak kecil. Michael Jordan melakukan latihan lebih lama daripada rekan2nya, ketika orang lain sudah lelah, dia masih terus melatih lemparan bolanya, dan menjadi legenda bibidang olah raga Bola Basket. Mereka mengambil alih tanggung jawab untuk menjadi seorang "Winner".Dalam sebuah tayangan acara Oprah Winfrey Show beberapa tahun yang lalu, saya menyaksikan wawancara Oprah dengan seorang pria yang tidak memiliki kedua kaki sejak lahir. Diperlihatkan bahwa pria ini dibesarkan oleh keluarga yang sangat menyayanginya, tetapi tidak pernah memberikan perlakuan berbeda dari dua orang kakaknya yang normal. Dia tetap harus melakukan pekerjaan dirumah (mencuci piring, membersihkan tempat tidur, dll). Dia juga harus berjalan "tangan" kesekolah (karena dia tidak memiliki kedua kaki, maka kalau berjalan dia harus menggunakan tangannya sambil memindahkan badannya setiap kali). Ditayangkan bagaimana kecepatannya berjalan "tangan" sambil membawa ransel dipunggungnya tidak berbeda dengan kecepatan temannya yang berjalan kaki.Ketika di sekolah, dia melakukan aktifitas seperti layaknya orang normal, dia tidak memerlukan bantuan orang lain untuk duduk dikursi kelas, dia tidak pernah meminta fasilitas khusus untuk orang cacat. Dia melakukan semua kegiatan yang dilakukan oleh orang normal, bahkan melakukan kegiatan olah raga renang, atletik sampai gulat. Kecintaannya pada olah raga Gulat semakin memuncak ketika dia di perguruan tinggi dan keinginannya untuk menjadi juara membuatnya sangat tekun berlatih, dan harus melakukan upaya jauh lebih keras dibandingkan rekan2nya yang normal. Dia mengambil tindakan berdasarkan apa yang dia inginkan, yaitu menjadi juara Gulat, dan dia memiliki pola pikir Positif dan Proaktif dan dia berusaha untuk membuat impiannya terwujud. Teman2nya yang merasakan energinya yang positif turut mendukung keinginannya dan memberikan dukungan sepenuhnya (itu baru namanya teman dan that"s what friends are for).Buah ketekunannya itu menghasilkan sesuatu yang luar biasa, dengan disaksikan dan disemangati oleh keluarga yang menyayanginya, teriakan2 rekan2 dekatnya yang ingin melihat usahanya berhasil, Impiannya terwujud.dan dia menjadi..Juara Gulat. He"s a real Winner !
Welcome to Ellies Sutrisna"s Website
bar searchbar member Login
Fri Dec 09 2016 01:32 AM
bar newsletter
Welcome Guest Home | My Account | My Cart
bar list 1
Visitors 432657
bar total checkout
~cart_total_amount~
~cart_total_price~
footer
Copyrigth @ 2012 Ellies Sutrisna. All Rights Reserved
Jasa Pembuatan Website By IKT