STRIVE FOR EXCELLENCE !Oleh : Ellies SutrisnaThe BEST* Female Inspirator & Motivator*Bookwriter, Entrepreneur, Speaker, Writer
“Dalam situasi sulit seperti ini siapapun yang melakukan bisnis, pasti akan sulit untuk sukses. Betul tidak bu ?” tanya seorang peserta workshop kami suatu hari.Saya jawab dengan singkat “Tidak”.“Lho kok ibu bisa jawab begitu, buktinya orang yang saya kenal semuanya mengatakan bahwa bisnis itu semakin sulit dan pendapatan merekapun menurun terus”Lalu saya jawab dengan sebuah cerita : Ada seorang bapak yang membuka sebuah toko kelontong. Setiap pagi dia akan bangun pagi sekali, kemudian menyapu tokonya, melap semua pintu, jendela dan juga papan nama didepan tokonya. Setiap pagi banyak yang datang belanja ditokonya dan si bapak ini akan melayani dengan ramah dan dengan senyum diwajahnya dan melayani dengan cekatan dan gembira.Suatu hari anaknya yang disekolahkan di luar negri kembali ke kota tersebut yang disambut dengan sangat gembira oleh si bapak. Dia berharap si anak akan membantunya menjaga toko, karena akhir-akhir ini tokonya semakin ramai dan dia agak repot melayaninya sendirian. Si bapak juga berharap bahwa anaknya akan membawa perubahan dan nuansa baru mengingat anaknya sudah disekolahkan di bidang ‘business management’.Ketika ditanyakan kepada si anak, apa yang dapat ditingkatkan dari tokonya, si anak menjawab “Pak, sekarang ini sedang resesi pak, jadi semua toko semakin sepi pengunjung dan banyak juga toko yang tutup. Mau dilakukan perubahan apapun, tetap sulit pak, karena memang sedang ada krisis global pak”.Si bapak yang memang tidak bisa membaca dan menulis, tidak tahu ada yang namanya krisis global, tetapi karena anaknya yang baru saja selesai kuliah di luar negri yang mengatakan, maka si bapak sangat percaya. Keesokan harinya si bapak bangun agak siang dan tidak membersihkan tokonya, karena dia berpikir bahwa sedang ada krisis global, apapun yang dilakukan tetap saja toko akan semakin sepi pengunjung. Karena tokonya buka semakin siang, maka banyak pelanggan yang kecewa dan akhirnya mulai beralih ke pedagang kelontong yang lain.Karena tokonya tidak pernah dibersihkan, maka tokonya menjadi jorok dan papan nama tokonya semakin kotor tertutup debu. Pembeli memang jauh berkurang dan pendapatan toko juga berkurang.Si bapak mengatakan kepada si anak “Nak, benar yang kamu katakan, sekarang sedang krisis global, buktinya pengunjung toko bapak berkurang, omset berkurang dan keuntungan juga berkurang. Bagaimana kalau kita tutup dulu toko kita sementara ?” Seperti yang Anda duga, maka toko si bapak yang menjadi sumber kehidupan dan merupakan sumber dana untuk menyekolahkan anaknya ke luar negeri inipun akhirnya, tutup. Hanya karena si bapak percaya bahwa sedang ada krisis global. Apakah apabila ada krisis global, lalu tidak ada yang belanja ? Apakah kira-kira penyebab tutupnya toko si bapak adalah karena krisis global ? Bukankah sebelum anak itu kembalipun krisis sudah melanda, tetapi bisnis si bapak malah semakin ramai.Apapun yang kita pikirkan mengenai bisnis kita, maka itulah yang akan terjadi. Apabila si bapak masih secara rutin melakukan kegiatannya membersihkan toko, membersihkan papan nama, dan menyapa pelanggannya dengan baik, maka kemungkinan besar tokonya masih berdiri dan semakin besar. Dengan ditutupnya toko si bapak, siapa yang diuntungkan ? Tentunya toko lain akan mendapatkan limpahan pelanggan, dan toko mereka yang akan semakin ramai.Sebagai bukti lain, coba kita lihat sekeliling, semua mal masih tetap ramai walaupun krisis melanda. Apakah ada mal yang tutup, tentu ada, apakah ada mal yang baru dibangun, juga ada. Semua dimulai dari pikiran kita.Kesuksesan seseorang itu ditentukan oleh apa yang ada dipikirannya. Pikiran positif Anda akan menggerakkan semua otot dan mengaktifkan semua energi positif untuk meraih semua yang Anda idamkan. Setiap hari Anda akan antusias untuk mengerjakan semua hal yang dapat Anda lakukan.Kebalikannya terjadi dengan pikiran negatif Anda, yang akan melemahkan otot dan memadamkan semua energi Anda. Anda akan menjadi malas melakukan kegiatan apa pun, karena tidak ada yang anda ingin capai.Kita bertanggung jawab atas segala hal yang terjadi dengan kehidupan dan masa depan kita, gagal maupun sukses.Ciri khas seorang pengusaha sukses yaitu orang-orang yang pada akhirnya menjadi kaya raya dengan membangun bisnis yang menguntungkan adalah mereka yamg mau menerima tanggung jawab sepenuhnya atas diri mereka sendiri, bisnis mereka dan segala sesuatu yang terjadi pada mereka, baik ataupun burukMereka pun pasti pernah mengalami kegagalan dalam kehidupan pribadi maupun kehidupan bisnisnya, tetapi mereka tidak pernah menyalahkan orang lain, tetapi mereka menerima tanggung jawabnya, mencari tahu apa yang terjadi, kemudian berusaha mencari tahu, apa yang bisa diperbaiki, melakukan tindakan perbaikan untuk mencapai goalnya.Ciri orang yang matang adalah tingkat kemampuan meresponse secara positif, konstruktif dan efektif terhadap kesulitan yang tidak terhindarkan. Untuk menjadi pengusaha yang berhasil dan membuat diri kita melaju dengan kecepatan penuh mencapai kesuksesan, kita harus mengambil alih tanggung jawab atas pilihan-pilihan dan keputusan-keputusan kita sendiri dan juga bertanggung jawab atas hasil ataupun akibat yang terjadi dari keputusan-keputusan tersebut.Mari kita selalu berpikiran postif, bertanggung jawab, memiliki Visi ke masa depan dan melakukan segala sesuatu dengan kualitas terbaik.Strive for Excellence !
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Welcome to Ellies Sutrisna"s Website
bar searchbar member Login
Sun Dec 04 2016 07:35 PM
bar newsletter
Subscribe Newsletter
We Have431447 Visitors
Welcome Guest Home | My Account | My Cart
bar list 1
Visitors 431447
bar total checkout
~cart_total_amount~
~cart_total_price~
footer
Copyrigth @ 2012 Ellies Sutrisna. All Rights Reserved
Jasa Pembuatan Website By IKT